
KARIER bisa didekati dari banyak sisi. Termasuk bagaimana pengaruh urutan kelahiran seseorang. Sekilas, barangkali kebanyakan orang berpikir bahwa prospek karier hanya berhubungan dengan apa yang telah kita lakukan dalam membangun, atau mencapai karier yang diimpikan. Atau, orang mengaitkan prospek karier dengan latar belakang pendidikan.
Akibatnya, beberapa faktor di luar pendidikan sering kali kita abaikan. Sebetulnya, faktor di luar pendidikan juga berpengaruh pada perjalanan karier seseorang. Urutan kelahiran, misalnya.
Menurut Ben Dattner seorang psikolog dari New York, AS, urutan kelahiran itu memberikan peran yang berbeda bagi tiap anak dalam sebuah keluarga. Perbedaan peran ini akan memberikan perbedaan kepribadian tiap-tiap anak, dan juga cara mereka beradaptasi dengan lingkungan.
Anak pertama, sering kali menjadi anak yang bertanggung jawab. Sebab, orangtua menerapkan aturan yang lebih tegas bagi mereka. Anak pertama juga diminta untuk lebih berani. Akibatnya, si sulung selain bertanggung jawab, juga cenderung extrovert (terbuka) dan lebih percaya diri.
Sementara anak kedua, umumnya lebih punya jiwa pemberontak. Banyak yang menilai, itu datang dari orangtua yang cenderung agak mengabaikan mereka. Namun, anak kedua lebih berani dan lebih eksploratif atas diri dan juga senang atas pengalaman-pengalaman baru. Mereka umumnya lebih kreatif. Sebab, dia lebih diberi kebebasan dengan pengawasan yang lebih hangat.
"Posisi anak dalam keluarga memberikan pengaruh pada kepribadian mereka, perilaku, cara belajar, dan bagaimana mereka memperoleh kekuasaan. Beberapa bahkan percaya adanya pengetahuan intuitif bahwa urutan kelahiran, entah bagaimana caranya, punya pengaruh pada keseluruhan proses perkembangan mereka. Sayangnya, mereka meremehkan sejauh mana hal itu berpengaruh dan seberapa signifikan atas proses tersebut," kata Michael Grose, penulis buku Why Firstborns Rule the World and Last Born Want to Changelt.
Dalam bukunya itu, Groose memaparkan, anak pertama lebih ambisius, dominan, dan punya sikap disiplin dibandingkan saudaranya yang lebih muda. Mereka lebih fokus pada posisi dan agak bersikap defensif jika menyangkut kesalahan. Profesi yang sering disukai anak pertama sering kali yang mengharuskan pendidikan tinggi, seperti kedokteran, teknik atau hukum. Si sulung sering masuk dalam posisi perusahaan atau lembaga, seperti vice president atau top manager.
Biasanya, anak tengah profesi yang cocok adalah kemampuan negoisasi dan kemampuan bersosialisasi lainnya. Menjadi penegak hukum, diplomat atau negosiator adalah bidang utama yang digeluti anak-anak tengah.(sindo//tty)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar