Minggu, 22 Maret 2009

Jangan Mau Terus Dibohongi!


TAK ADA seorang pun mau dibohongi. Sakit dan hancur hati rasanya saat tahu dibohongi.


Pria dengan segala keahliannya memikat hati wanita ternyata juga piawai membohongi pasangan. Berbagai tujuan dan alasan mendasari kebohongan yang mereka lontarkan di mana sebab terbanyak adalah mengamankan posisi mereka di hadapan wanita.


Sekali Anda terjerat dalam permainan kebohongannya, maka Anda akan semakin mudah tertipu oleh bualan skenario permainannya. Supaya tidak mudah terjerat dalam kebohongan pasangan, berikut ini tip yang patut Anda simak, seperti dikutip dari SheKnows.


Skenario

Selalu ada cerita terbaru di balik bualan atau skenario kebohongan pasangan Anda. Dia akan selalu menuangkan cerita baru yang jika disimak lebih dalam, terkadang tidak masuk akal. Sebaiknya Anda menanamkan rasa curiga dan waspada dengan tidak menerima ceritanya mentah-mentah, misalnya alasan yang dia lontarkan saat Anda bertanya, mengapa dia tak datang ke rumah Anda dalam beberapa akhir pekan terakhir. Kalau dia terus berkelit, Anda patut curiga.


Kontak mata

Bahasa tubuh seperti kontak mata merupakan pancaran hati yang sesungguhya. Para pakar menyebutkan, jika pasangan Anda tidak berani menatap mata secara langsung, bisa diartikan dia sedang berbohong. Solusinya, pelajari gerakan mata dan tubuh pasangan saat dia menunjukkan gelagat berbohong. Dia akan terus menunduk atau mengalihkan pandangan ke arah lain, agar Anda tak bisa membaca kebohongannya lewat sinar matanya.


Komitmen tegas

Sebuah hubungan yang sehat dilandaskan pada komitmen yang jelas. Selanjutnya, rasa saling percaya antara dua sejoli pun akan tumbuh dengan baik. Jika pasangan telah melakukan kebohongan berulang kali, maka cara terbaik memberinya efek jera adalah memberikannya sangsi. Bukan karena Anda dendam, tapi semua dilakukan untuk tujuan dan kebaikan bersama. Jika tidak ada efek jera, khawatirnya dia akan terus melakukan kebiasan buruk tersebut dan terus mengecewakan Anda. (ftr)(tty)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar