Senin, 27 Juli 2009

Kurangi Konsumsi Makanan Manis


WALAUPUN tidak menyebabkan kematian, penyakit gigi dan mulut dapat menurunkan produktivitas. Namun, hal tersebut ternyata bisa dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula.

Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita yaitu penyakit jaringan penyangga gigi dan karies, yang berkaitan dengan kebersihan mulut dan juga berkaitan dengan perilaku dalam merawat kesehatan.

"Salah satu penyebab timbulnya penyakit sistemik adalah infeksi gigi atau kelainan pada gigi dan gusi. Penyakit ini disebabkan selain karena penyakit penyerta, obat-obatan, rokok, alkohol dan tembakau, juga bisa karena konsumsi gula berlebihan," tutur dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Internasional Bintaro, dr Tengku Bahdar Djohan SpPD.

Gula dibagi atas gula monosakarida (glukosa, fluktosa, dan galaktosa, maltosa, dan sukrosa). Glukosa ini bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, madu dan sirup jagung. Fluktosa bisa didapat dari buah-buahan dan madu. Laktosa bisa didapat dari susu. Sedangkan sukrosa berasal dari gula pasir dan pemanis (untuk cokelat, permen, kue, dan lain-lain).

"Dari seluruh jenis gula, sukrosa yang paling berbahaya. Sukrosa ini adalah golongan glukosa yang paling cepat diubah menjadi asam oleh mikroba di mulut (streptococcus mutans)," sebut Dr. Tri Erri Astoeti, drg, Mkes.

Tri Erri menjelaskan, konsumsi gula sulit untuk kita hindari dan tanpa kita sadari hal tersebut, dapat dikatakan bahwa konsumsi gula di Indonesia terus meningkat.

Total konsumsi gula di Indonesia pada 2002 tercatat 3,3 juta ton. Pada tahun-tahun berikutnya konsumsi secara konsisten meningkat dengan laju 4,2 persen per tahun, dan pada 2009 doperkirakan mencapai 4,85 juta ton.

"Artinya, tanpa perawatan gigi yang baik dan benar, ancaman gigi berlubang semakin sulit untuk dihindarkan," tandasnya di acara yang sama.

Oleh sebab itu, Erri menyarankan untuk merawat gigi sebaik mungkin yang bisa dimulai dari perawatan diri sendiri seperti menyikat gigi. Menyikat gigi merupakan proses pembersihan gigi yang rutin dilakukan orang.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Selasa, 21 Juli 2009

Anjing Terkecil di Dunia


WELLINGTON - Scooter, mungkin anjing terkecil di dunia. Tingginya hanya 8 centimeter atau 2 cm lebih pendek dari anjing yang saat ini tercatat di Guinness Book of World Record.

Sang pemilik warga Selandia Baru, Cheryl McKnight, seperti dikutip News.com.au, Selasa (14/7/2009), mengatakan anjingnya sudah berhenti masa pertumbuhannya di usia 6 bulan.

McKnight menggambarkan, Scooter bahkan tidak kalah besar dari cangkir teh. Sehingga McKnight harus memasangkan kaos kaki berwarna ungu agar Scooter tidak terinjaknya. Sehari-hari Scooter hanya diberi nama makan telur sebanyak tiga kali.

"Dia (Scooter) benar-benar benda kecil. Saya bahkan tidak bisa mengajaknya jalan-jalan atau memasangkan tali ikatan di leher," paparnya kepada NZPA.

Karena kondisi itu, McKnight sempat berpikir untuk melepaskan Scooter di 10 pekan pertama. Namun bniat itu diurungkan. "Saya sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya," aku McKnight.

Rekor anjing terkecil di dunia sebelumnya di pegang oleh Boo Boo, anjing jenis Chihuahua asal Amerika.

(ton)

Rabu, 15 Juli 2009

Mati Gaya Saat ML


Salah satu penyebab utama wanita enggan bercinta adalah karena jenuh dan bosan. Berikut 7 penyebab wanita "mati gaya" di ranjang.

1. Minta izin
Meminta izin untuk melakukan suatu hal memang lazim dilakukan pasangan, tapi minta izin saat mengajak bercinta? Bisa bikin wanita hilang feeling. Pasangan yang baik harusnya mahir memamerkan mood dan hasratnya tanpa komunikasi verbal. Saling mengirim sinyal sebenarnya bisa dilakukan lewat tatapan mata penuh cinta atau sentuhan lembut.

2. Bisa ditebak
Diawali dengan kecupan di bibir, turun ke bagian dada, lalu langsung "menerkam"? Wah, kalau istri Anda sampai hapal jurus-jurus pemanasan yang Anda lakukan, itu artinya Anda termasuk orang yang membosankan di ranjang.

Jangan pernah berhenti mengeksplorasi hal-hal yang membuat Anda berdua menikmati tiap sesi bercinta. Misalnya saja dengan memperpanjang waktu pemanasan atau membisikkan cerita erotis dan fantasi seksual di telinga pasangan sambil memijat lembut lehernya untuk mengobarkan hasratnya.

3. Terlalu mekanikal
Tiap wanita pasti tak ingin diperlakukan sebagai obyek seksual semata. Bagi wanita, hubungan seksual seharusnya bertujuan untuk mencapai kenikmatan fisik dan emosional bersama.

Karena itu, jangan tutup mata terhadap kebutuhan wanita akan perhatian, kelembutan, dan cinta. Mewujudkan keinginannya atau mendekapnya dengan lembut seusai bercinta bisa jadi media untuk mengekspresikan cinta Anda.

4. Kurang romantis
Tiap wanita suka dimanjakan dan diperlakukan romantis oleh pasangannya, paling tidak sesekali. Karena itu, meski Anda hebat di ranjang, tetapi tak memahami kebutuhan tersebut, lama-lama gairahnya akan menurun.

Bila Anda bukan tipe pria yang romantis, lakukan hal-hal sederhana tetapi kaya makna. Misalnya saja memuji kecantikan pasangan, menemaninya nonton film favoritnya, atau menggandeng tangannya di tempat umum, sudah bisa membuat hatinya luluh.

5. Lokasi yang sama
Tempat tidur memang tempat paling nyaman untuk bercinta, tetapi sesungguhnya banyak tempat yang bisa dieksplorasi untuk menggapai nikmatnya surga dunia. Bercinta di ruang tamu, kamar mandi, di pantai, atau dalam mobil pribadi, pasti menambah sensasi tersendiri.

6. Terlalu ribut atau terlalu pendiam
Ekspresi suara yang berlebihan atau sebaliknya terlalu sepi, keduanya bisa menurunkan gairah yang semula menggebu-gebu. Jadi, ungkapkan cara yang tepat untuk menunjukkan Anda menikmati sesi bercinta tanpa perlu seluruh tetangga mendengarnya. Asal tahu saja, suara-suara tertentu bisa membuat hasrat wanita lebih berkobar.

7. Minus eksperimen
Puas dengan satu gaya bercinta bukan berarti harus diulangi setiap berhubungan seks. Ciptakan variasi untuk menambah sensasi kenikmatan dan menghindari kebosanan. Menggunakan sex toys mungkin bisa dijadikan pilihan untuk membuat acara bercinta yang monoton kembali berkobar.

Rabu, 08 Juli 2009

Emma Watson Lepas Bra di Ajang Red Carpet


PREDIKAT anak manis yang melekat pada sosok Emma Watson kini mulai sirna. Bintang "Harry Potter" ini meninggalkan imej anak sekolahan dengan melakukan aksi sensasional, memamerkan tubuhnya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (8/7/2009), dara kelahiran Inggris, 15 April 1990, ini kian berani memamerkan lekuk tubuhnya. Itu terbukti saat Emma tampil dalam balutan gaun berpotongan dada rendah di premier film "Harry Potter VI: Harry Potter and the Half Blood Prince".

Dengan gaun yang dikenakannya itu, ikon Burberry ini tampak elegan dan seksi. Pasalnya, Emma berani melepas bra saat tampil di red carpet yang berlangsung di Leicester Square, London, Selasa, (7/7/2009), waktu setempat.

Pemeran Hermione Granger ini mengenakan gaun vintage era 1970-an yang menyerak hingga lantai. Dengan belahan dada rendah yang menonjolkan bentuk payudaranya, Emma tampak memikat.

Pesona Emma kian terpancar saat menggunakan payung transparan untuk menghindari guyuran air hujan yang cukup deras.

Pose lainnya yang cukup mengejutkan dan membuat suasana red carpet menjadi panas ialah ketika Emma membuka gaunnya. Saat itu, ia seperti ingin memamerkan pahanya yang mulus dan celana dalam berwarna cokelat yang dikenakannya. Tak pelak, pose seksinya itu langsung diabadikan oleh paparazzi yang selalu mengikuti gerak geriknya.

Cukup di situ saja penampilan memukau Emma? Tentu saja tidak. Emma masih punya pose andalan saat diapit dua sahabatnya, Rupert Grint dan Daniel Radcliffe, yang kala itu tampak mengenakan jas dan sedikit basah terguyur hujan.(nsa)